Minggu, 21 November 2010

rumus kimia kelas 1 SMA

Pada bab sebelumnya, Anda telah mempelajari tentang ikatan kimia. Proses pengikatan dan pelepasan ikatan kimia atom-atom disebut juga dengan reaksi kimia. Anda telah banyak menjumpai reaksi kimia yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari, ada yang menghasilkan gas, perubahan warna, terjadinya endapan, bahkan adanya ledakan. Biasanya, zat-zat yang terlibat selama reaksi berlangsung dinyatakan dengan rumus kimia beserta tata namanya dalam suatu persamaan, yang dikenal dengan persamaan reaksi kimia. Misalnya, ketika natrium hidroksida (NaOH) ditambahkan ke dalam larutan asam asetat (CH3COOH) yang sudah ditambahkan indikator fenolftalein akan terjadi perubahan warna. Larutan asam asetat pada awalnya berwarna bening. Akan tetapi, setelah ditambahkan larutan NaOH lama-kelamaan akan berubah warna menjadi merah muda. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan seperti berikut.

Pada bab ini, akan dijelaskan mengenai cara pemberian nama senyawa dengan rumus tertentu dan cara menyatakan suatu persamaan reaksi kimia. Selamat mempelajari.
Setelah Anda memahami bahwa berbagai unsur dapat membentuk ikatan ion dan ikatan kovalen, tentunya akan banyak sekali senyawa-senyawa hasil ikatan tersebut yang dijumpai di alam ini. Ada yang tersusun atas dua unsur pembentuk, seperti NaCl, H2O, CH4 atau bahkan lebih dari dua unsur, misalnya H2SO4, Ca(OCl)2, C6H12O6, dan Fe(NH4)2SO4. Tahukah Anda penamaan senyawa-senyawa tersebut? Untuk dapat mengenal dan membedakan senyawa kimia, mari menyelidikinya dengan melakukan kegiatan berikut.
Perbedaan Unsur Logam dan Nonlogam
Tujuan
Membuktikan perbedaan unsur logam dan unsur nonlogam dari suatu senyawa
Alat dan Bahan
Data rumus dan senyawa kimia
Langkah Kerja
1. Pelajarilah rumus dan nama kimia senyawa-senyawa berikut.
2. Carilah unsur-unsur yang merupakan unsur logam atau unsur nonlogam.
Jawablah pertanyaan berikut untuk menarik kesimpulan.
1. Senyawa manakah yang unsur-unsur penyusunnya terdiri atas unsur logam dan unsur nonlogam?
2. Senyawa manakah yang unsur-unsur penyusunnya terdiri atas unsur nonlogam dan nonlogam?
3. Adakah hubungan antara jumlah unsur penyusun dan nama senyawa?
Diskusikan hasil yang Anda peroleh dengan teman Anda.
Apakah yang Anda peroleh dari penyelidikan di atas? Untuk mengetahui unsur-unsur penyusun dalam suatu senyawa dan bagaimana hubungan jumlah unsur penyusun dengan nama senyawa, pelajarilah penjelasan berikut.
1. Tata Nama Senyawa Biner yang Tersusun atas Unsur Logam dan Nonlogam
Suatu senyawa dapat tersusun atas dua atau lebih unsur kimia. Senyawa yang tersusun atas dua unsur kimia disebut senyawa biner. Bagaimana cara memberi nama senyawa biner yang dibentuk oleh satu unsur logam dan satu unsur nonlogam? Berikut tata nama senyawa biner yang tersusun atas unsur logam dan nonlogam.
a. Tulislah nama logam tanpa modifikasi dan diikuti dengan penulisan nama unsur nonlogam melalui pencantuman akhiran “ida”.
b. Jumlah unsur yang menyusun senyawa tidak berpengaruh terhadap penamaan senyawa.
Berikut ini nama-nama kation dan anion yang sering Anda temui dalam kehidupan sehari-hari.
undefined
undefined
Senyawa KCl (kalium klorida) terdiri atas unsur kalium dan klor. Kalium bertindak sebagai kation sehingga namanya tidak diubah. Klor bertindak sebagai anion sehingga ditambahkan akhiran -ida yaitu klorida. Jadi, nama senyawa KCl adalah kalium klorida. Dapatkah Anda memberi nama senyawa KBr, CaCl2, dan AgCl2? Agar Anda lebih memahami hal ini, pelajarilah contoh soal berikut.
Berilah nama pada senyawa berikut:
a. NaBr c. AlCl3
b. MgCl2 d. Na2S
Jawab
a. NaBr tersusun atas kation Na+ (atom natrium) dan anion Br– (atom brom). Nama kation sama dengan nama atomnya dan nama anion sama dengan nama atom diberi akhiran ida (bromida). Dengan demikian nama NaBr menjadi natrium bromida.
b. MgCl2 = magnesium klorida
c. AlCl3 = aluminium klorida
d. Na2S = natrium sulfida
e. CaF2 = kalsium fluorida
Contoh 3.2
Tuliskanlah rumus senyawa dari nama-nama senyawa berikut:
a. litium sulfida
b. magnesium oksida
c. barium iodida
d. aluminium hidrida
e. seng klorida
f. kalium iodida
Jawab

2. Tata Nama Senyawa Biner yang Tersusun atas Nonlogam dan Nonlogam
Senyawa biner dari nonlogam dan nonlogam disebut dengan senyawa kovalen biner. Cara penamaan senyawa kovalen biner adalah sama seperti senyawa ion, yaitu diberi akhiran “ida”. Jika pasangan unsur hanya membentuk satu jenis senyawa, angka indeks (jumlah atom) tidak perlu disebutkan.
Contoh:
HCl = hidrogen klorida
Beberapa pasang unsur dapat pula membentuk lebih dari satu senyawa biner. Penamaan senyawa harus disebutkan jumlah atomnya dalam angka latin dengan indeks dalam bahasa Yunani.
Indeks angka satu untuk unsur pertama umumnya tidak pernah disebutkan.
Contoh:
CO = karbon monoksida
CO2 = karbon dioksida
N2O3 = dinitrogen trioksida
N2O5 = dinitrogen pentoksida
HBr = hidrogen bromida
HF = hidrogen fluorida
CS2 = karbon disulfida
Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah beberapa contoh penamaan senyawa berikut.
Contoh 3.3
Berilah nama pada senyawa-senyawa berikut:
a. SO2 c. CCl4
b. SO3 d. N2O4
Jawab
a. SO2 tersusun atas satu atom belerang dan dua atom oksigen sehingga namanya menjadi belerang dioksida (indek angka satu unsur pertama tidak disebutkan) Dengan menggunakan cara yang sama diperoleh:
b. SO3 = belerang trioksida
c. CCl4 = karbon tetraklorida
d. N2O4 = dinitrogen tetraoksida
Contoh 3.4
Tuliskan rumus kimia dari nama-nama senyawa berikut:
a. boron triklorida
b. belerang heksafluorida
c. dinitrogen pentoksida
d. disulfur diklorida
Jawab
a. boron triklorida berarti tersusun dari satu atom boron dan tiga atom klor sehingga rumus kimianya sama dengan BCl3
Dengan menggunakan cara yang sama diperoleh:
b. belerang heksafluorida = SF6
c. dinitrogen pentoksida = N2O5
d. disulfur diklorida = S2Cl2
3. Tata Nama Senyawa Poliatom
Senyawa poliatom dibentuk oleh lebih dari dua atom yang berbeda. Pada umumnya senyawa ini dibentuk oleh ion-ion poliatomik. Ion-ion poliatomik itu sendiri adalah ion-ion yang terdiri atas dua atom atau lebih yang terikat bersama, umumnya dijumpai tersusun atas unsur-unsur nonlogam. Sejumlah ion poliatomik dapat Anda lihat pada Tabel 3.2.
undefined
Beberapa catatan aturan.
a. Anion poliatomik umumnya lebih banyak dibandingkan kation poliatomik. Suatu kation poliatomik yang umum dijumpai adalah NH4 +.
b. Hanya sedikit anion poliatomik yang memiliki nama dengan akhiran “ida”. Hanya OH– (ion hidroksida) dan CN– (ion sianida). Sedangkan yang lainnya lebih banyak berakhiran “it” dan “at” dan ada juga berawalan “hipo” dan “per”.
c. Nama anion beroksigen diberi akhiran “at” (untuk atom oksigen lebih banyak) dan “it” (untuk atom oksigen lebih sedikit). Contoh:
Na2SO4 = natrium sulfat
Na2SO3 = natrium sulfit
K3PO4 = kalium fosfat
K3PO3 = kalium fosfit
d. Nama senyawa ion poliatomik adalah gabungan nama kation, nama anion dan angka indeks tidak disebutkan. Senyawa ion bersifat netral, jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatif.
Contoh:
Senyawa ion poliatom dari K+ dengan OH– : KOH (kalium hidroksida)
Senyawa ion poliatom dari Mg2+ dengan NO3 – : Mg(NO3)2 (magnesium nitrat) Senyawa ion poliatom dari Al3+ dengan SO4 2– : Al2(SO4)3 (aluminium sulfat)
Jika membentuk lebih dari dua anion, tata nama senyawanya sebagai berikut.
Ca2+ dengan ClO– : Ca(ClO)2 (kalsium hipoklorit)
Ca2+ dengan ClO2– : Ca(ClO2)2 (kalsium klorit)
Ca2+ dengan ClO3– : Ca(ClO3)2 (kalsium klorat)
Ca2+ dengan ClO4– : Ca(ClO4)2 (kalsium perklorat)
Contoh 3.5
Tuliskanlah rumus senyawa ion poliatom dan beri nama dari gabungan ion berikut:
a. ion K+ dan ion CN–
b. ion NH4+ dan ion Cl–
c. ion Mg2+ dan ion OH–
d. ion Na+ dan ion CO32–
e. ion Ca2+ dan ion PO43–
Jawab
Senyawa ion bersifat netral, sehingga:
a. 1 ion K+ dengan 1 ion CN– = KCN kalium sianida
b. 1 ion NH4 + dengan 1 ion Cl– = NH4Cl amonium klorida
c. 1 ion Mg2+ dengan 2 ion OH– = Mg(OH)2 magnesium hidroksida
d. 2 ion Na+ dengan 1 ion CO3 2– = Na2CO3 natrium karbonat
e. 3 ion Ca2+ dengan 2 ion PO4
3– = Ca3(PO4)2 kalsium fosfat
Contoh 3.6
Tuliskanlah rumus senyawa ion dari nama-nama senyawa berikut:
a. seng nitrat
b. kalsium sulfat
c. magnesium fosfat
d. natrium oksalat
e. tembaga(II) nitrat
Jawab
Senyawa ion bersifat netral, sehingga:
a. seng: Zn2+, nitrat: NO3 – = Zn(NO3)2
b. kalsium: Ca2+, sulfat: SO4 2– = CaSO4
c. magnesium: Mg2+, fosfat: PO4 3– = Mg3(PO4)2
d. natrium: Na+, oksalat: C2O4 2– = Na2(C2O4)
e. tembaga(II): Cu2+, nitrat: NO3 – = Cu(NO3)2
4. Tata Nama Asam
Asam adalah senyawa kovalen yang terdiri atas ion H+ (sebagai kation) dan suatu anion. Penamaan asam didahului dengan kata asam yang diikuti nama anion.
Contoh:
HBr = asam bromida
H2SO4 = asam sulfat
HNO3 = asam nitrat
Contoh 3.7
Tentukanlah nama asam berikut:
a. HCl
b. HCN
c. H2S
d. H2CO3
e. H3PO4
f. CH3COOH
Jawab
a. HCl = asam klorida
b. HCN = asam sianida
c. H2S = asam sulfida
d. H2CO3 = asam karbonat
e. H3PO4 = asam fosfat
f. CH3COOH = asam asetat
5. Tata Nama Basa
Pada umumnya basa adalah senyawa ion dari logam dengan ion OH–. Penamaannya diawali dengan menyebutkan ion logam dan diikuti dengan hidroksida.
Contoh:
KOH = kalium hidroksida
Mg(OH)2 = magnesium hidroksida
Fe(OH)2 = besi(II) hidroksida
Contoh 3.8
Tentukan nama basa berikut:
a. NaOH
b. Ca(OH)2
c. Al(OH)3
d. Zn(OH)2
e. Ba(OH)2
Jawab
a. NaOH = natrium hidroksida
b. Ca(OH)2 = kalsium hidroksida
c. Al(OH)3 = aluminium hidroksida
d. Zn(OH)2 = seng hidroksida
e. Ba(OH)2 = barium hidroksida
Kerjakanlah di dalam buku latihan Anda.
1. Tuliskanlah lambang unsur atau rumus molekul materi berikut:
a. perak
b. emas
c. garam dapur
d. air
e. kalium permanganat
f. kalium tiosianat
g. asam dikromat
h. amonium hidroksida
2. Tuliskanlah nama-nama senyawa biner dan poliatomik berikut:
a. NaOH
b. AlCl3
c. BF3
d. Al2(SO4)3
e. KClO3
f. (NH4)2SO4

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar